//Penjahat Dibacking "Tiada Khilafah Tiada Keadilan"//
Oleh : Aubi Atmarini Aiza (Novelis Fiksi)

Sudah membaca tentang Alm. Saudari kita bernama Nusrat yang ada di Banglades? Kalau belum, maka bacalah pada sumber ( https://www.facebook.com/MuslimahNewsID/posts/1195114523999694 ), bacalah dengan teliti maka anda pasti tau dimana awal dan akhirnya berlabuh. Keadilan akan menjadi mustahil ditangan Kapitalisme.

Kisah Nusrat adalah kisah kesekian kali dari berjuta kasus ketidak adilan yang tersorot kamera atau bahkan tidak disorot sekalipun. Kisah Nusrat adalah satu kisah dari berjuta kisah yang tak pernah berpihak pada keadilan terhadap korban. Kejahatan bisa leluasa memakan korban dengan rakus tanpa ada yang menghentikan. Sebenarnya bukan tidak mau namun tidak bisa. Para penjahat selalu memiliki backingan dari belakang.

Para mafia kelas kakap pasti memilikinya. Mulai dari kepolisian sebagai penerap hukum, hakim sebagai penegak hukum, penguasa daerah sebagai orang terpercaya, pengusaha sebagai pemasok dan backingan kecil lainnya seperti orang terpandang dengan sogokan uang. Hal tersebut itulah yang banyak sekali digambarkan dalam sebuah cerita film, drama atau novel yang telah tersebar dimedia cetak atau elektronik. Namun semua gambaran itu adalah nyata adanya.

Miris memang melihat kejadian demi kejadian yang terus mengalir tanpa ada solusi bersih. Hanya sebagai penyumbat tanpa bisa menuntaskan. Kisah kelam yang dialami para masyarakat kecil diseluruh dunia adalah bagian dari korban sebuah sistem yang rusak bernama Kapitalis Liberal, tentaranya adalah Demokrasi, Panc*sil* dan lain-lain. Siapa sangka bahwa banyaknya penjara belum mampu mengikat penjahat, sebaliknya apakah benar para narapidana adalah penjahat, bukan orang awam yang terjebak?

Dimata hukum sistem ini, penjahat adalah mereka yang tidak tunduk pada sistem iblis mereka yaitu Demokrasi. Lalu para orang baik adalah mereka yang mau bekerjasama dengan kejahatan sistem kuffur tersebut. Maka jangan heran, mereka adalah muka seribu yang sering kali tertawa dalam tangisan buayanya atas kesulitan rakyat kelas bawah. Jangan heran pula ketika mereka menggunakan otot ketika terpojok dan ketahuan berbuat jahat.

Kita semua telah mengerti lewat kacamata kebenaran, bahwa saat ini yang kita butuhkan tak lain adalah sistem Islam yang benar-benar serius mengurusi ummat. Kita membutukan pengelolaan terbaik yang dimana itu untuk kesejahteraan semuanya bukan seperti anak tangga yang memiliki tingkatan kasta. Namun islam tanpa khilafah, hanya sebagai aktifitas spiritual saja. Sedangkan islam adalah ideologi dan pedoman hidup bagi muslim.

Sehingga jelaslah, solusi terbaik adalah khilafah. Solusi tunggal yang bisa menyelesaikan segala problem yang ada. Satu-satunya yang mampu menempatkan keadilan dalam prioritas lengurusan ummat dan pengelolaan sebagai amanah yang utama dan pertama seorang Kholifah. Maka dari itu, mari kita lerjuangkan kedilan melalui khilafah. Tiada keadilan tanpa Islam. Tiada Islam tanpa khilafah.

Wallahu 'alam bishawab!

Komentar

Postingan Populer