Susah tapi Cinta
Hidup ini kata Orang Dewasa, penuh dengan resiko dan perjuangan pasrah.
Hidup ini kata Remaja seperti Saya sangat kejam dan kotor.
Hidup ini kata Anak-anak, antara mengerikan dan menyenangkan.
Hidup ini menurut Islam tempat singgah dan menumpang minum.
Perjalanan keras yang diberi nama hidup, sekarang sedang Kita rasai dengan
beraneka rasa.
Pahit, getir, manis, asam, asin, hambar, dan pedas adalah rasa yang Allah
ciptakan untuk dirasai oleh lidah dan hati.
Hati dalam lingkup bisnis juga menomor satukan Management.
Andai hati tak bisa di takar, mungkin bagaikan kapuk yang bertebaran tanpa
tempat singgah yang bermanfaat.
Begitulah rasanya hidup di Indonesia, yang lucu dan ku cintai.
Kamu tau bagaimana cinta ini menyakitkan?
Ketika cinta terus menggebu sementara kesulitan tak merubah cinta menoleh
untuk sekedar mengulurkan tangan?
Yah....kecewa! Siapalah yang tak tau Indonesia, Negeri makmur dengan
tingkat Kemakmuran warga Asing yang lebih tinggi dari Rakyat Pribumi.
Setiap kali mengurus sesuatu, selalu saja dibuat ribet dan susah.
Tapi kalau cinta, sesusah apapun tetaplah cinta.
Ketika rasa milik hati tertuju pada yang dicinta, kesalahan akan dimaklumii
walau menebas leher sekalipun.
Bagi para pengemban dakwah pun begitu....
Walau harus menolong dengan Orang bergantung padda leher, akan rela ia
jalani.
Walau dituduh sebagaimana pengkhianat meneriaki “Pengkhianat” pada
pengemban Dakwah.
Tetap akan dibela, akan selalu dilindungi, akan selalu dikasihi dan cintai
sampai mati.
Pijakan memang tidak selalu mulus, namun duripun mengisi langkah dengan air
mata juga darah.
Matahari tak selalu dibiarkan tersenyum dengan bebas tanpa awan yang
menghalangi dengan kelabunya.
Tapi biarah hujan yang menyejukan bumi yang menangis karena senyum mentari
mereka yang tertutup.
Pelangi tak mau akan diam dan memberi senyum baru bagi bumi, dengan mentari
yang kembali tersenyum suatu saat.
Dengan begitulah dakwah berlanjut, walau ranting menyandung dengan duri
yang menyayat.
Indonesiaku yang ku cintai walau menyusahkan....
Indonesiaku yang menjadi saksi bisu lautan perang fisik dan pemikiran....
Indonesiaku yang ku cintai walau menyusahkan....
Aku selalu mencintaimu walau langkahku tidak dibumimu lagi.....
Ketika Kami beri senjata untuk melindungi diri, Kau malh arahkan senjata
pada kami....
Kami tetap disini tuk menyuarakan kebenaran, karena cinta masih ada....
Ketika Kami beri kain wol untuk menghangatkan tubuhmu, Kau malah
menggunakan untuk membunuh Kami....
Kami tetap disini tuk menyuarakan kebenaran, karena cinta masih ada....
#AMK5
#PenulisBelaIslam
©AubiAtmariniAiza
Pembuatan Cover murah di 085718339983 :)
.jpeg)

Komentar
Posting Komentar