//0%//
Oleh : Aubi Atmarini Aiza

2 minggu terakhir ini saya mengalami down menulis opini, akhirnya saya beralih melanjutkan novel yang sempat tertunda. Masyaa Allah banget ketika nulis 3 opini sekaligus dalam 1 hari dan dikirim ke media, belum 1 pun yang merespon dalam waktu 3 hari. Alhasil saya ngedown dan males-malesan nulis opini, udah gitu nulis TOR juga tidak termuat. Hal itu membuat saya greget dan akhirnya dalam waktu 2 minggu saya mogok nulis opini, sedih. Ngeliat berita, cuma dibaca doang, nulis 2 paragraf udah low semangatnya. Entah itu masih termasuk dalam sifat labil saya yang masih dibawah 20 tahun atau itu adalah sifat wajar yang dimiliki oleh semua penulis, saya tidak tau.

Padahal kalo saya bener-bener serius, saya bakal nemuin kesalahan pada diri saya sendiri. Tentu sebuah media punya standarnya masing-masing dan pastinya kualitas adalah standar yang mereka berlakukan. Hal itu tentu menunjukan bahwa kualitas pada tulisan saya adalah kualitas yang belum layak tayang. Belum bukan berarti tidak yah? 😅

Namun tanggal 29 April kemarin, saya cukup tercengang ketika mengetik searc di google nama pena saya "Aubi Atmarini Aiza". Tulisan-tulisan yang saya kira gak akan pernah tayang, telah ditayangkan oleh media BelaNews/belapendidikan.com. Alhamdulillah, selalu begitu seperti kejutan disaat-saat ngedown. Surprize banget ketika lagi BT-BT nya, eh malah tulisannya banyak yang tayang.

Alhasil semangatpun kembali terbit, maka kualitas tulisan adalah muhasabah terbesar bagi saya pribadi. Terutama typo dan peubi, yang masih males-malesan saya pelajari dan teliti ulang. Insyaa Allah akan lebih berhati-hati lagi, karena beberapa hari ini saya masih typo juga pada tulisan pendek.

Begitulah standar layak tayang dari media, bahwa ide sehebat apapun atau analisis secerdas apapun kalau aturannya tidak memadai seperti kita mengikuti kompetisi tanpa mendaftar, hasilnya nol (0)%. Dan aturan kepenulisan itu penting sobat. Maka mari belajar terus agar tulisan kita bisa layak tayang dimedia.  Terutama belajar dari Cikgu Apu, Bunda Nafisya, Cikgu Vita dan para Tim QQC yang dengan sabar mentelengin tulisan saya yang amburadul. Alhamdulillah banyak pelajaran yang saya rasa harusnya ada dipelajaran Sekolah, namun tidak diperhatikan.

Yang pasti adalah ketelatenan dalam menulis, seperti membuat karya seni dari barang tak terpakai. Segala bahannya dari barang tak terpakai, kemudian diolah dan dipercantik dengan hiasan-hiasan colourfull. Bagitulah kepenulisan yang termasuk dalam seni, karya yang terukir dalam setiap untaian kata dan menggelitik dengan kalimat-kalimat yang menggugah jiwa dan pikiran.

Insyaa Allah kita pasti bisa maju setiap harinya sobat!🤗 Semoga menjadi inspirasi dan muhasabah khususnya bagi saya yang ingin berbagi ini. #AMK5 #PenulisBelaIslam

Komentar

Postingan Populer