//Suara Ozil : Tamparan Keras Sang Bintang//

Oleh : Aubi Atmarini Aiza (Novelis)

Dilansir oleh, CNBC Indonesia - Mesut Ozil membuat China geram. Cuitannya soal Muslim Uighur akhirnya berdampak pada klub tempatnya bermain di Liga Inggris, Arsenal. Bahkan, laga Arsenal melawan Manchester City pun dibatalkan. Pertandingan yang seharusnya ditayangkan di CCTV itu digantikan dengan pertandingan rekaman klub lain di Liga Premier.

Postingan Twitter-nya dalam bahasa Turki yang telah diterjemahkan:
Wahai Turkistan Timur...
Luka berdarah umat...
Komunitas Mujahid dan Mujahidin yang menentang penganiayaan...
Orang-orang beriman yang berperang melawan mereka yang memaksa meninggalkan Islam...
Alquran sedang dibakar...
Madrasah dilarang ...
Sarjana agama dibunuh satu per satu ...
Saudara-saudara dipaksa masuk ke kamp. Sebagai gantinya, pria China ditempatkan di keluarga mereka ...
Perempuan dipaksa menikah dengan pria Zink ...
Terlepas dari semua ini...
Umat Muhammad tidak bisa berkata-kata ...
Suaranya tidak terdengar ...
Muslim tidak dapat mengklaim...
Tidak tahu bahwa kekejaman Riza adalah kekejaman ...

Hazrat Ali berkata:
"Jika anda tidak bisa menghentikan penganiayaan, beritahu dia!"
Bahkan di media dan negara Barat, ini telah menjadi agenda selama berbulan-bulan dan berminggu-minggu.
Tidakkah mereka tahu bahwa diamnya saudara-saudari Muslim agar tidak disiksa oleh para penindas yang akan diingat oleh saudara-saudari kita di masa-masa pahit ini.
Ya Rabi, bantu saudara dan saudari kami di Turkistan Timur
Tentu saja, Allah adalah sang Maha Baik
#TheGoodestFridayEastTurkey
Mesut Ozil

=========

Tamparan keras bagi muslim di seluruh dunia. Apatisme melekat kuat demi mencari aman. Diam melihat bagaimana saudara-saudari muslim yang tiap hari menjerit kesakitan. Media pun ikut menjadi lapangan perang pemikiran, banyak muslim yang tewas djiwanya ditelan tornado zaman.

Bagai lintah darat, negara muslim digerogoti luar dalam. Dijajah fisik maupun nurani, hilang akal dan meninggalkan kata 'bukan urusan saya',  'jangan ikut campur negara lain' dan 'urusi saja urusan kita masing-masing'. Manakala sekat nasionalisme menghantam rasa kemanusiaan, menebas rasa persaudaraan.

Maka aku ingatkan padamu wahai saudara-saudariku di seluruh dunia. Kita adalah keluarga! Family is not only blood! Bagaikan satu tubuh, jika salah satu bagian tubuh terluka, kita ikut terlula. Janganlah jadi apatis, jangan biarkan penyakit apatis masuk ke dalam nuranimu. Bangkitlah! Satu deret puisi bisa mewakili kobaran semaglngat membela kita wahai kaum muslim di seluruh dunia.

Jika kau tak setuju atau tidak bisa hadir, setidaknya jangan nyinyir
Jika kau tak mampu membela, setidaknya jangan mencaci para pembela
Jika kau tak mampu mencinta Nabi, jangan kau binatangkan para pecinta Nabi

Jika kau tak mampu hijrah, setidaknya jangan mencela mereka yang berhijrah
Jika kau tak punya teman taat, setidaknya jangan menodong persatuan umat
Semoga kau yang belum bisa, diberi kebisaan oleh Allah Swt dengan cinta dari-Nya

Sadarilah wahai saudara-saudari seiman
Tak ada waktu untuk saling nyinyir
Selama kita bersyahadat dan beriman, kita adalah saudara
Mereka saudara-saudari seiman sedang menunggu kita nan jauh di sana

Mereka berjuang sembari menunggu tindakan kita
Menunggu kekuatan terbesar umat Islam yang menyejarah
Tidak ada waktu bagi kita untuk terpecah
Muslim Palestina, Syria, Xianjiang, Yaman, Pakistan, Afganistan, Patani, Srilanka, Rohingya dan seluruh muslim di seluruh dunia

Bersatulah wahai umat muslim!
Tegakkan keadilan!
Dongkrak gerbang kekufuran!
Bentangkan panji-panji Rasulullah!
Dan bermunajatlah pada Allah Swt agar terwujud kemenangan!

Khilafah, kami merindukanmu dengan segenap harapan dan cinta pada Islam!
Wahai Allah, timpahkanlah balasan setimpal pada para penentang-Mu, para kafir, munafik dan tentara dajjal yang menyakiti umat Islam. Dan satukan kami dalam naungan khilafah Islamiyah! Aamiin!

Kebumen, 16 Desember 2019
Hujan kali ini masih menghantarkan suara pedih, pada langit yang sama oleh muslim Uyghur

Komentar

Postingan Populer